Iqbal menganjurkan berinvestasi di masa muda
National

Iqbal menganjurkan berinvestasi di masa muda

LAHORE: Allama Iqbal selalu menekankan dalam berinvestasi pada generasi muda bangsa, untuk menuju jalan kesuksesan, namun sayangnya generasi ini tidak pernah bisa belajar dari filosof penyair besar tentang Iqbal, kata Iqbal Salahuddin, cucu Iqbal.

Salah satu penyair bahasa Urdu dan Persia terbesar, yang cita-cita budaya dan politiknya mengkonseptualisasikan negara terpisah bagi Muslim Asia Selatan, Iqbal meninggal pada tahun 1939, ketika putri bungsunya Munira (saudara perempuan mendiang Hakim Javed Iqbal) baru berusia tujuh tahun. tua. Kepada Anadolu Agency, putranya Iqbal Salahuddin mengatakan generasi muda perlu mempelajari filosofi Iqbal untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi di usia ini. “Ibu saya selalu berpesan kepada kami bagaimana Allama selalu menekankan dalam berinvestasi pada generasi muda bangsa, untuk menuju jalan kesuksesan. Pemerintah harus melangkah dan mengusulkan rencana untuk memasukkan lebih banyak tentang Iqbal ke dalam silabus,” katanya.

Dalam salah satu puisi terjemahannya untuk Pemuda Rahasia Terbuka, Iqbal menulis ini:

“Sebuah bangsa yang pemudanya diberkahi

Dengan diri sekuat dan sekeras baja

Tidak perlu menusuk pedang dalam perang

Orang-orang pemberani seperti itu bisa merasakannya.”

Lahir pada 9 November 1877 di Sialkot, dalam keluarga Muslim etnis Kashmir, Iqbal juga disebut sebagai Penyair Timur, karena puisi revolusionernya melawan ekspansi kolonial. Dia adalah penyembah ulama besar Turki Maulana Jalal Uddin Rumi. Iqbal meriwayatkan dirinya sebagai Mureed-e-Hindi (pemuja dari India) dan Maulana sebagai Pir-e-Rumi (santo dari Roma).

Keluarga Allama Iqbal memiliki surat berharga yang ditulis oleh Iqbal kepada temannya Maharaja Kishan Prasad ketika ia sedang menulis Asrar-e-Khudi (Rahasia Diri) — diterbitkan dalam bahasa Persia, pada tahun 1915 dan buku puisi filosofis pertamanya. Surat itu berisi banyak percakapan rahasia yang terjadi antara Allama Iqbal dan Maulana Rumi dalam imajinasinya. “Dia (Iqbal) telah meminta temannya Prasad untuk membakar bagian tertentu dari surat itu karena dia ingin merahasiakan percakapan imajinatifnya dengan Maulana. Tapi dia (Prasad) tidak membakarnya dan itu tercatat. “Iqbal juga menyebutkan di mana dia melihat Rumi dalam mimpinya dan mendapat bimbingan untuk menulis Masnavi,” kata Salahuddin.

Masnavi adalah sejenis puisi yang ditulis dalam bait berima, atau lebih khusus lagi puisi yang didasarkan pada baris-baris berima yang independen dan internal.

Posted By : keluaran hk hari ini